Karhutla PPU Masih Berpotensi Berlanjut hingga Januari, Tim Pertahankan Kesiagaan

Rq | 21 September 2026, 16:14 | 262 kali dibaca
Karhutla PPU Masih Berpotensi Berlanjut hingga Januari, Tim Pertahankan Kesiagaan

Bagikan Artikel Ini

• • •

PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) masih mempertahankan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga beberapa bulan ke depan. Kondisi cuaca kering yang diperkirakan masih berlangsung membuat tim penanganan tetap bersiaga terhadap kemungkinan munculnya titik kebakaran baru.

 

Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten PPU, Fernando Simanjuntak, mengatakan penanganan karhutla selama Juli hingga September 2026 telah mencapai sekitar 115 titik yang tersebar di empat kecamatan.

 

“Untuk kebakaran lahan yang kita tangani dari bulan Juli sampai September itu diperkirakan sudah sampai 115 titik api di berbagai tempat yang terjadi di empat kecamatan,” ujarnya, Senin (21/9/2026).

 

Data penanganan hingga 21 September 2026 juga mencatat 92 kejadian karhutla. Kecamatan Penajam menjadi wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak, yakni 39 kasus, kemudian Babulu 29 kasus, Sepaku 18 kasus dan Waru enam kasus.

 

Fernando menyebut potensi kejadian masih perlu diantisipasi karena kondisi hidrometeorologi diperkirakan dapat berlangsung hingga Januari. Karena itu, kesiapsiagaan tetap dilakukan untuk menghadapi kemungkinan kebakaran kembali terjadi.

 

“Memang masih berlanjut karena diperkirakan hidrometeorologi berdasarkan BMKG sampai dengan bulan Januari, jadi kita sampai saat ini tetap siaga mengantisipasi kejadian-kejadian yang diperkirakan akan datang dan terjadi kembali,” ujarnya.

 

Dari pemetaan kejadian yang telah ditangani, Kecamatan Penajam dan Babulu menjadi dua wilayah yang mendapat perhatian lebih. Intensitas kebakaran di kedua wilayah tersebut tercatat lebih tinggi dibandingkan kecamatan lainnya.

 

“Yang paling besar di Kecamatan Penajam dan Babulu intensitasnya yang banyak terjadi. Titik siaga kita melihat situasi terjadi ini memang kita fokus Penajam dengan Babulu untuk penanganan, banyak kasus di situ,” jelasnya.

 

Kondisi kekeringan di Babulu turut menjadi perhatian karena hujan masih minim di wilayah tersebut. Situasi itu membuat pemerintah bersama tim penanganan karhutla mempertahankan kesiapsiagaan sekaligus memantau perkembangan kondisi di lapangan.

 

Dengan potensi kejadian yang masih dapat berlangsung dalam beberapa bulan ke depan, kesiapsiagaan dan pemantauan di wilayah rawan terus dilakukan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru di PPU. (Adv)

Reaksi Anda:

Komentar (0)