Cuaca Laut Tak Menentu, Nelayan PPU Beralih Tangkap Udang

Rq | 02 Oktober 2026, 10:47 | 207 kali dibaca
Cuaca Laut Tak Menentu, Nelayan PPU Beralih Tangkap Udang

Bagikan Artikel Ini

• • •

PENAJAM - Kondisi cuaca laut yang tidak menentu dan gelombang pasang cukup tinggi membuat nelayan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) harus menyesuaikan aktivitas penangkapan ikan.

 

Meski demikian, kondisi tersebut tidak membuat nelayan sepenuhnya menghentikan kegiatan melaut.

 

Perubahan kondisi perairan membuat nelayan perlu mempertimbangkan waktu dan lokasi sebelum melakukan aktivitas penangkapan. Langkah tersebut dilakukan untuk menyesuaikan kegiatan dengan situasi laut sekaligus menjaga keselamatan selama berada di perairan.

 

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten PPU, Andi Trasodiharto, mengatakan nelayan memiliki kemampuan menyesuaikan jenis alat tangkap dan lokasi penangkapan dengan kondisi perairan yang dihadapi.

 

“Bukan berarti dengan cuaca yang begitu ekstrem sehingga menghambat nelayan melakukan penangkapan ikan, tetapi mereka tetap menggunakan alat tangkap lainnya. Salah satunya menangkap udang di sekitar wilayah pesisir,” kata Andi Trasodiharto, Jumat (2/10/2026).

 

Menurutnya, penangkapan udang menjadi salah satu alternatif yang cukup potensial ketika kondisi laut belum mendukung untuk menangkap ikan menggunakan metode seperti biasanya. Aktivitas tersebut juga menjadi pilihan bagi nelayan agar tetap dapat memperoleh hasil tangkapan di tengah perubahan kondisi cuaca.

 

“Udang saat ini juga luar biasa. Kalau kita lihat penangkapan udang di musim-musim cuaca saat ini cukup tinggi,” ujarnya.

 

Potensi penangkapan udang tersebut tersebar di sejumlah kawasan pesisir PPU. Nelayan memanfaatkan wilayah yang dinilai masih memungkinkan untuk melakukan aktivitas penangkapan dengan menyesuaikan alat tangkap dan kondisi perairan.

 

Ia menyebut sejumlah wilayah pesisir yang menjadi lokasi aktivitas penangkapan antara lain Tanjung Tengah, Penajam, Waru, Pantai Lango hingga Jenebora.

 

“Semua berpotensi untuk melakukan penangkapan ikan. Jadi tidak menjadi faktor penghambat bagi teman-teman nelayan untuk melakukan kegiatan lainnya,” jelasnya.

 

Menurutnya, fleksibilitas nelayan dalam memilih jenis tangkapan menjadi salah satu faktor yang membantu aktivitas perikanan tetap berjalan. Ketika kondisi perairan tidak memungkinkan untuk menggunakan metode penangkapan tertentu, nelayan dapat mengalihkan kegiatan ke jenis tangkapan lain yang lebih sesuai.

 

Ia menambahkan, ketika kondisi cuaca mulai teduh, nelayan dapat kembali melakukan penangkapan ikan dengan metode lain, termasuk memancing.

 

Penyesuaian aktivitas tersebut menjadi bagian dari pola nelayan dalam menghadapi perubahan kondisi perairan. Selain mempertimbangkan peluang hasil tangkapan, nelayan juga perlu memperhatikan kondisi gelombang dan cuaca sebelum menentukan aktivitas di laut.

 

Kondisi tersebut menunjukkan nelayan PPU tidak hanya bergantung pada satu jenis hasil tangkapan, tetapi menyesuaikan aktivitas dengan kondisi perairan untuk tetap menjaga pendapatan. (Adv)

Reaksi Anda:

Komentar (0)