Kawasan Konsesi Terbakar, DPRD PPU Dorong Perusahaan Perkuat Pencegahan

Rq | 01 September 2026, 18:17 | 140 kali dibaca
Kawasan Konsesi Terbakar, DPRD PPU Dorong Perusahaan Perkuat Pencegahan

Bagikan Artikel Ini

• • •

PENAJAM - Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Syarifuddin HR meminta perusahaan yang memiliki kawasan konsesi memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama ketika menghadapi musim kemarau panjang.

 

Syarifuddin menegaskan, apabila kebakaran terjadi di dalam kawasan konsesi perusahaan, maka tanggung jawab penanganan dan pencegahannya juga harus menjadi perhatian perusahaan yang mengelola kawasan tersebut.

 

“Kalau di konsesi perusahaan yang bertanggung jawab adalah perusahaannya,” ujarnya, Selasa (1/9/2026).

 

Ia mengatakan, bahwa kebakaran di kawasan konsesi tidak hanya dilihat sebagai persoalan daerah saja. Menurutnya, pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama karena dampak kebakaran dapat meluas hingga memengaruhi masyarakat di luar kawasan.

 

Syarifuddin menilai perusahaan, khususnya yang bergerak di bidang kehutanan, seharusnya telah memiliki kesiapan menghadapi potensi kebakaran karena musim kemarau merupakan kondisi yang berulang setiap tahun.

 

“Saya merasa kalau setiap perusahaan, apalagi terkait dengan kehutanan, pasti syarat-syarat terpenuhi. Cuma yang perlu dipahami untuk ke depannya, paling tidak kalau kita membicarakan konsesi untuk pencegahan itu bisa dikuatkan,” ujarnya.

 

Ia mendorong agar upaya pencegahan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan persyaratan administratif, tetapi juga diperkuat melalui langkah teknis di lapangan.

 

Salah satunya dengan membuat sekat atau parit di kawasan tertentu untuk membantu menghambat penyebaran api apabila kebakaran terjadi.

Selain itu, perusahaan dinilai perlu menyiapkan kolam atau tempat penampungan air dengan kapasitas memadai sebagai sumber air ketika terjadi kebakaran.

 

“Artinya mungkin dibuatkan parit agar dalam kebakaran itu tidak mudah pindah. Terus juga dibuatkan kolam sebesar mungkin untuk tadah hujannya, jadi tempat penampungan air,” jelasnya.

 

Menurut Syarifuddin, penguatan sistem pencegahan tersebut penting dilakukan sejak awal agar kebakaran tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas.

 

Ia juga mengingatkan bahwa karhutla dapat menimbulkan dampak lintas wilayah, termasuk persoalan asap yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.

 

“Paling tidak kita bisa sama-sama lakukan pencegahan dari awal. Masalah kebakaran ini bukan masalah daerah saja, tapi masalah nasional bahkan internasional,” pungkasnya. (Adv)

Reaksi Anda:

Komentar (0)