DPRD PPU Minta Warga Tahan Diri Bakar Sampah dan Buka Lahan

Rq | 21 September 2026, 09:28 | 160 kali dibaca
DPRD PPU Minta Warga Tahan Diri Bakar Sampah dan Buka Lahan

Bagikan Artikel Ini

• • •

PENAJAM - Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) turut membutuhkan kesadaran masyarakat. Terutama dengan menghindari berbagai aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api di tengah kondisi lingkungan yang rawan kebakaran.

 

Anggota Komisi I DPRD PPU, Bijak Ilhamdani mengimbau masyarakat untuk sementara menahan diri dari kegiatan yang menggunakan api. Menurutnya, pencegahan perlu dilakukan bersama agar aktivitas masyarakat tidak justru menjadi pemicu kebakaran.

 

“Kita juga berharap imbauan-imbauan kepada masyarakat kita untuk meningkatkan kesadaran mereka bahwa untuk sementara mari kita menahan diri untuk tidak memancing kebakaran,” ujarnya, Senin (21/9/2026).

 

Bijak mengatakan terdapat sejumlah aktivitas masyarakat yang perlu mendapat perhatian. Hal tersebut terutama kegiatan yang melibatkan pembakaran dan dilakukan tanpa mempertimbangkan kondisi lingkungan di sekitarnya.

 

“Aktivitasnya banyak, salah satunya itu membakar sampah, membuka lahan melalui dibakar,” katanya.

 

Menurutnya, pembakaran sampah menjadi salah satu aktivitas yang perlu dihindari masyarakat untuk sementara waktu. Begitu pula dengan pembukaan lahan menggunakan metode pembakaran yang berisiko apabila api tidak terkendali.

 

Ia meminta masyarakat lebih berhati-hati dan tidak melakukan aktivitas yang dapat menjadi pemicu munculnya kebakaran. Kesadaran tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya pencegahan sebelum api meluas dan membutuhkan penanganan lebih lanjut.

 

“Untuk sementara mari kita menahan diri untuk tidak memancing hal-hal yang bisa memicu terjadinya kebakaran,” tegasnya.

 

Ia menilai langkah pencegahan tidak hanya dilakukan melalui penanganan ketika kebakaran sudah terjadi. Masyarakat juga dapat mengambil peran dengan menjaga lingkungan dan memastikan aktivitas sehari-hari tidak menimbulkan risiko kebakaran.

 

Karena itu, ia mendorong agar imbauan kepada masyarakat terus diperkuat, terutama berkaitan dengan aktivitas pembakaran di lingkungan permukiman maupun kegiatan membuka lahan.

 

“Saya pikir harus kita tindak,” ujarnya.

 

Masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama mencegah munculnya titik kebakaran baru. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung penanganan karhutla sekaligus mengurangi risiko kebakaran yang bersumber dari aktivitas manusia. (Adv)

Reaksi Anda:

Komentar (0)