DPRD PPU Sebut Anggaran Penanganan Sudah Disiapkan, tapi Luasan Kebakaran Sulit Diprediksi

Rq | 01 September 2026, 16:37 | 173 kali dibaca
DPRD PPU Sebut Anggaran Penanganan Sudah Disiapkan, tapi Luasan Kebakaran Sulit Diprediksi

Bagikan Artikel Ini

• • •

PENAJAM - Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Syarifuddin HR memastikan pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran guna menghadapi bencana, termasuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang marak terjadi ketika memasuki musim kemarau.

 

Ia mengatakan, anggaran tersebut setiap tahun dialokasikan pemerintah daerah sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi di wilayah PPU.

 

“Insyaallah, karena kita tiap tahun juga, baik itu pemerintah daerah di sini sudah menganggarkan khusus untuk itu,” ujarnya, Selasa (1/9/2026).

 

Menurutnya, anggaran yang tersedia dapat dimanfaatkan ketika terjadi kondisi darurat, termasuk kebakaran yang membutuhkan penanganan cepat tanggap di lapangan.

 

Namun, ia menyebut persoalan kecukupan anggaran tidak dapat dipastikan sejak awal. Pasalnya, pemerintah tidak dapat memprediksi seberapa luas kebakaran yang akan terjadi maupun besarnya kebutuhan penanganan.

 

“Kalau masalah maksimal dan tidak maksimalnya itu wallahu alam. Artinya kita berusaha semaksimal mungkin, cuma kita tidak tahu apakah anggarannya cukup atau tidak,” lanjutnya.

 

Kondisi kemarau berkepanjangan dapat meningkatkan risiko kebakaran karena vegetasi dan lahan menjadi sangat kering. Bahkan, kondisi tersebut membuat api lebih mudah muncul dan menyebar.

 

Syarifuddin menilai kondisi tersebut membutuhkan kesiapsiagaan pemerintah sejak awal, terlebih kebakaran hutan dan lahan tidak hanya berdampak kepada lingkungan saja, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat apabila asap menyebar ke permukiman.

 

Karena itu, ia mendorong seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pencegahan sejak sebelum kebakaran meluas.

 

“Yang penting jauh-jauh hari kita sudah tahu dengan adanya kemarau panjang seperti ini. Ini kan bukan kali ini saja, ini kan kasus setiap tahun,” pungkasnya. (Adv)

Reaksi Anda:

Komentar (0)